News  

Penyandang Difabel Ikut Simulasi Bencana untuk Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Gunung Merapi

Penyandang Difabel Ikut Simulasi Bencana untuk Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Gunung Merapi. (Foto : Wulan/ bernasnews)

bernasnews – Para penyandang disabilitas mengikuti kegiatan pelatihan terpadu tanggap bencana atau simulasi bencana yang digelar di Kalurahan Donokerto beberapa waktu lalu.

Lurah Donokerto, R. Waluyo Djati menyambut baik acara yang digelar oleh RSA UGM ini. Para penyandang disabilitas di wilayahnya itu diberikan edukasi sekaligus pemahaman sejak dini dalam kesiapsiagaan bencana. 

“Edukasi ini diberikan pada masyarakat serta ingin melibatkan peran aktif masyarakat desa dalam kesiapsiagaan bencana,” ujar Lurah Donokerto, R. Waluyo Djati, dalam keterangan yang diterima.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan bertajuk “Simulasi Evakuasi Kesiapsiagaan Bencana Pada Kelompok Berkebutuhan Khusus (Difabel)” ini dimulai dengan registrasi, pengerjaan pre-test. 

Sementara pada sesi ice breaking dan apersepsi yang dipandu oleh mbak Dian menjadi pembuka yang menyegarkan sebelum materi utama disampaikan oleh Bapak Arie, Bapak susanto dan Bapak Sunarto dari Difagana DIY. 

Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan diskusi yang lebih mendalam tentang kesiapsiagaan bencana pada masyarakat difabel. Diskusi kelompok dan penjelasan proses simulasi evakuasi dilakukan oleh pihak Difagana DIY.

Selain simulasi evakuasi, acara ini juga termasuk pelatihan khusus yang diberikan oleh tenaga ahli dan mahasiswa S2 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM). 

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis dan teknis tentang langkah-langkah evakuasi yang tepat, serta meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tingkat komunitas.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan ahli, termasuk Syahrul Alim, S.Kp., MN.Sc., Ph.D, Uki Noviana, S.Kep., Ns., MN.Sc., Ph.D, serta beberapa mahasiswa S2 dan perwakilan komunitas difabel Kalurahan Donokerto. Peserta sangat antusias dan aktif dalam mengikuti setiap sesi, menunjukkan keseriusan mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan masyarakat, terutama kelompok difabel, dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi. Partisipasi aktif dari berbagai pihak sangat berperan dalam kesuksesan acara ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga hasil dari pelatihan ini dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta dan masyarakat Kalurahan Donokerto,” tandasnya. (lan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *